FINA NOFITA SARI DAN CITA CITA NYA

 


Aku lahir dan tumbuh di Pulungan, sebuah tempat sederhana yang penuh kehangatan. Pulungan mungkin sekedar desa kecil, tapi bagi aku tempat ini adalah rumah dari banyak kenangan indah. Jalan-jalan yang tidak terlalu ramai, tetangga yang saling mengenal, serta suasana kebersamaan membuat masa kecilku terasa hangat. Dari lingkungan inilah aku belajar arti kebersahajaan, saling menghargai, dan hidup rukun bersama orang lain.

Sejak kecil aku dikenal sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu. Aku selalu penasaran dengan hal-hal baru, entah itu pelajaran di sekolah, benda-benda di sekitarku, atau cerita yang kudengar dari orang lain. Rasa ingin tahu itu membuatku punya hobi yang tidak biasa dibanding anak-anak lain,aku sangat suka belajar. Setiap kali menemukan sesuatu yang baru, aku selalu berusaha memahami bagaimana cara kerjanya. Selain itu, aku juga punya hobi memasak. Awalnya hanya ikut-ikutan membantu di dapur, tapi lama-kelamaan aku berani mencoba membuat masakan sendiri. Dari sana aku menemukan rasa bahagia ketika bisa menghasilkan makanan dengan tanganku sendiri.

Masa kecilku juga tidak lepas dari cerita lucu. Aku masih ingat ketika ikut sebuah lomba. Harusnya aku merasa bersemangat karena banyak orang mendukung, tapi justru dukungan itu membuatku grogi. Bukannya tambah percaya diri, aku malah menangis keras di depan semua orang. Sekarang kalau mengingatnya, aku hanya bisa tersenyum geli. Dari kejadian itu aku belajar bahwa rasa gugup adalah hal yang wajar, dan dari situlah aku ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Bertambahnya usia membuatku semakin sadar bahwa setiap pengalaman kecil punya arti besar. Dari Pulungan aku belajar hidup sederhana, dari hobi belajar aku menemukan semangat untuk berkembang, dari memasak aku merasakan kehangatan dan kreativitas, dan dari pengalaman memalukan di lomba aku belajar menerima kelemahanku. Semua itu membentuk aku menjadi pribadi yang lebih percaya diri untuk menghadapi masa depan.

Aku percaya bahwa setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Untukku, aku ingin menjadikan semua pengalaman kecil itu sebagai pijakan untuk meraih cita-cita yang lebih besar: menjadi seorang pengusaha. Bagiku, menjadi pengusaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain. Aku ingin membangun usaha yang bisa membuka lapangan kerja, memberi rezeki bagi banyak orang, dan menghadirkan keberkahan dari setiap langkahku.

Aku tahu jalan menuju cita-cita tidak akan selalu mulus. Akan ada rintangan, jatuh bangun, bahkan keraguan dari orang-orang di sekitar. Namun, aku percaya dengan tekad, keberanian, dan semangat pantang menyerah, impian itu bisa terwujud. Aku ingin menjadi sosok yang berani melangkah, mencoba hal baru, dan tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.

🌟 “Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama aku mau berusaha. Aku mungkin pernah menangis di hadapan banyak orang, tapi suatu hari nanti aku akan tersenyum di hadapan dunia, karena aku berhasil meraih cita-citaku sebagai seorang pengusaha.” 🌟

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer